_SERGAPLAMPUNG_Bayang-bayang El Niño risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuntut kewaspadaan tinggi di Kabupaten Way Kanan. Menghadapi potensi kekeringan parah pada periode Juli hingga Desember 2026, pemerintah daerah mengambil langkah cepat dengan menggalang kekuatan seluruh sektor pada Jumat (24/7/2026).
Catatan historis menunjukkan wilayah ini berada pada tingkat risiko bencana sedang, dengan 182 kasus karhutla terekam dalam kurun sepuluh tahun terakhir. Angka tersebut menjadi alasan kuat mengapa kesiapsiagaan tak boleh ditawar.
“Kita tidak boleh lengah, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Seluruh elemen harus bergerak cepat dan terpadu tanpa perlu menunggu instruksi saat darurat,” tegas Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Ixuan Akhmadi, S.Sos., MM, yang memimpin konsolidasi mewakili Bupati Way Kanan, Ayu Asasiyah, S.Ked.
Poin Kunci Strategi Penanganan Bencana:
✓Respon Cepat Lintas Sektor: Memangkas permasalahan penanganan darurat agar aksi di lapangan bisa dilakukan seketika.
✓Koalisi Pasukan Gabungan: Mengintegrasikan peran BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, dinas teknis (Pertanian, DLH, Perkebunan), hingga tingkat Camat dan Pemerintah Kampung.
✓Pelibatan Relawan & Masyarakat: Menggandeng jaringan RAPI, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), dan MDMC untuk memperkuat benteng pencegahan dari tingkat tapak.
Sinergi penuh dari kabupaten hingga ke pelosok kampung kini disiagakan demi memastikan ancaman kemarau panjang tak berujung bencana besar bagi warga maupun lingkungan.(Andi)
