Perjalanan menuju Puskesmas Gunung Labuhan pada Minggu (26/7/2026) berubah menjadi detik-detik menegangkan bagi seorang ibu hamil asal Kampung Tiuh Balak II, Way Kanan. Akses jalan desa sepanjang 12 kilometer yang rusak parah—berupa tanah merah dan batuan tajam—menghambat laju kendaraan hingga tak sempat mencapai fasilitas kesehatan.
Tak mampu menahan laju persalinan yang sudah berada di fase akhir, minibus yang ditumpangi terpaksa berhenti di tengah jalanan sepi.
Aksi Sigap Warga Jadi “Bidan Dadakan”
Momen krusial tersebut terekam dalam video amatir yang kini menyita perhatian publik di media sosial. Tanpa peralatan medis memadai, wujud gotong royong warga lokal langsung terlihat:
✓Penanganan Darurat: Sejumlah ibu-ibu desa secara spontan masuk ke dalam mobil untuk membantu proses persalinan dengan alat seadanya.
✓Dukungan Moral: Warga saling menguatkan di tengah kepanikan dan keterbatasan situasi.
✓Akhir Bahagia: Tangis bayi pecah di dalam mobil, disambut rasa haru dan sujud syukur warga sekitar. Ibu dan bayi dilaporkan dalam kondisi selamat.
“Mau rujuk ke puskesmas malah lahir di dalam mobil… Semoga berjalan lancar,” ujar seorang warga dalam rekaman video yang viral tersebut.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pemerataan infrastruktur jalan di wilayah pelosok demi menjamin akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.(Andi)
