Metro, Lampung – Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti Lapangan Samber Park, Kota Metro, saat ribuan anak yatim menerima santunan dalam kegiatan bertajuk Gerakan Santunan 1.000 Anak Yatim yang digelar oleh MJA Foundation, Sabtu (11/7/2026).
Sebanyak 1.000 anak yatim dari berbagai wilayah di Kota Metro dan sekitarnya mendapatkan paket santunan, bingkisan, serta tali asih sebagai bentuk kepedulian sosial yayasan terhadap generasi penerus bangsa.
Ketua MJA Foundation, H. Muhlis, mengatakan kegiatan tersebut merupakan komitmen nyata yayasan untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
“Kami ingin mereka merasakan kebahagiaan yang sama dengan anak-anak lainnya. Angka 1.000 bukan sekadar jumlah, tetapi simbol bahwa masih banyak kebaikan yang bisa kita kolaborasikan bersama,” ujar H. Muhlis.
Menurutnya, gerakan santunan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah ikhtiar besar dalam membangun masa depan bangsa melalui kepedulian terhadap anak-anak yatim.
“Satu orang yang membantu anak yatim sama seperti membantu satu kehidupan. Namun ketika sebuah gerakan bersama hadir untuk membantu anak yatim, Insya Allah itu sama artinya dengan ikut membangun bangsa dan negara,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa anak yatim bukanlah beban negara ataupun objek belas kasihan, melainkan generasi masa depan yang harus diberi kesempatan untuk berkembang.
“Mereka adalah amanah yang harus kita jaga, kita lindungi, dan kita muliakan. Bukan tidak mungkin, anak-anak yang hadir hari ini kelak menjadi pemimpin, ulama besar, pengusaha sukses, bahkan tokoh yang membawa perubahan bagi Indonesia,” katanya.
H. Muhlis juga menjelaskan bahwa MJA Foundation merupakan yayasan sosial dan pendidikan yang lahir dari semangat kepedulian keluarga besar MJA. Melalui komitmen tersebut, perusahaan mengalokasikan sebagian besar hasil usahanya untuk kegiatan sosial.
Ia mengungkapkan, sekitar 75 persen keuntungan perusahaan diberikan kepada para mitra sebagai bentuk pemberdayaan, sementara 25 persen lainnya disalurkan untuk anak yatim dan fakir miskin.
“Komitmen ini telah dituangkan secara resmi melalui akta notaris sebagai bentuk tanggung jawab kami. Artinya, setiap keberhasilan bisnis bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan berbagi kepada masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, MJA Foundation menargetkan gerakan sosial yang lebih luas melalui misi “1.000 Kota, 1 Juta Rakyat Memberi”, sebagai upaya memperluas budaya berbagi dan kepedulian sosial di Indonesia.
“Kami tidak memberi karena ingin dipuji manusia, tetapi karena ingin meraih ridha Allah. Kami percaya siapa yang menjaga anak yatim, maka Allah akan menjaga masa depannya,” tuturnya.
