Gagasan segar meluncur dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan untuk memperkuat toleransi sekaligus menjaga kelestarian alam. Langkah ini dimatangkan melalui dialog strategis antara jajaran Kemenag Way Kanan bersama jajaran Pemkab setempat di Ruang Kerja Bupati pada Rabu (16/9/2026).
Pertemuan tersebut membedah rancangan “Taman Kerukunan Ekoteologi”—sebuah proyek kolaboratif yang menggabungkan prinsip kerukunan antarumat beragama, pemeliharaan ekosistem, serta penguatan pangan lokal. Lintas instansi daerah turut hadir menyimak paparan ini, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkebunan, Dinas TPHP, hingga Kesbangpol.
Poin Inti Latar Belakang & Konsep:
✓Landasan Program: Mengacu pada Asta Protas Kemenag (fokus Ekoteologi dan Kerukunan Umat) yang bertaut dengan arah kebijakan Asta Cita Presiden terkait ketahanan pangan dan lingkungan.
✓Fungsi Kawasan: Dirancang menjadi pusat edukasi publik yang ramah lingkungan, dilengkapi zona kolaborasi serta vegetasi pohon buah produktif.
✓Tahapan Kerja: Meliputi penataan lahan, penyediaan fasilitas pendukung, hingga penyemaian tanaman produktif yang melibatkan elemen FKUB, pegiat pendidikan, ormas keagamaan, dan warga sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kemenag Way Kanan, Masir Ibrahim, menegaskan bahwa proyek ini dirancang agar tidak sekadar menjadi area terbuka hijau biasa. Menurutnya, kawasan ini disiapkan menjadi ruang edukasi terpadu yang memadukan moderasi beragama, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat agar dampak positifnya terasa berkelanjutan.
Respon positif langsung datang dari pimpinan daerah. Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, menyambut baik ide tersebut dan mengondisikan jajaran dinas terkait—seperti DLH, Dinas Perkebunan, TPHP, serta Kesbangpol—untuk segera menyelaraskan peran dan mendampingi teknis pelaksanaannya. Menurut Ayu, integrasi antara pemanfaatan lahan produktif dan edukasi toleransi merupakan langkah strategis yang memberi manfaat luas bagi warga.
Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan awal untuk terus mengawal proses perencanaan hingga tahap realisasi, menjadikan Taman Kerukunan Ekoteologi sebagai percontohan kawasan inklusif berbasis lingkungan di Way Kanan.
