Isolasi geografis yang selama ini membatasi mobilitas warga antara Dusun Susukan dan Dusun Bambu Kuning di Kampung Air Ringgih, Kecamatan Rebang Tangkas, resmi berakhir. Sebuah infrastruktur vital baru berupa Jembatan Perintis Garuda kini telah rampung 100 persen dan siap mengubah urat nadi kehidupan masyarakat setempat.
Rasa syukur tersebut dituangkan dalam prosesi pemotongan pita dan tumpeng yang digelar pada Rabu (24/6/2026). Acara ini menandai fase baru bagi konektivitas warga, yang kini tidak lagi harus menghadapi jalur yang sulit untuk beraktivitas sehari-hari.
“Infrastruktur yang dibangun oleh negara bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat di Air Ringgih khususnya. Bisa membantu memperlancar perekonomian masyarakat,” ujar Letkol Arm Sigit Windarto, S.Sos., M.Han., Komandan Kodim 0427/Way Kanan dalam sambutannya.
✓Dampak Nyata: Dari Kebun hingga Bangku Sekolah
Kehadiran jembatan ini tidak sekadar menjadi simbol pembangunan fisik, melainkan membawa efek domino yang masif pada dua sektor utama:
✓Akselerasi Ekonomi: Mempermudah dan mempercepat akses para petani lokal menuju area perkebunan, yang otomatis memangkas biaya logistik dan waktu tempuh.
✓Keamanan Pendidikan: Memberikan rasa aman bagi anak-anak sekolah dari Dusun Susukan yang setiap hari harus menyeberang menuju Dusun Bambu Kuning demi menuntut ilmu.
Komitmen Merawat Bersama:
Dalam agenda peresmian yang turut dihadiri oleh jajaran TNI, aparatur desa, serta para tokoh masyarakat ini, terselip pesan penting mengenai keberlanjutan fasilitas publik. Letkol Sigit menegaskan bahwa daya tahan jembatan ini berada di tangan masyarakat itu sendiri. Seluruh lapisan warga diimbau untuk memiliki rasa kepemilikan yang tinggi guna menjaga dan merawat jembatan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatangkan dalam jangka panjang.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan pemotongan tumpeng, sebuah simbol tradisi atas keberhasilan kolaborasi antara negara, TNI, dan masyarakat desa.
