Maraknya titik api di wilayah Way Kanan memicu respons cepat pemerintah daerah. Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, menggelar konsolidasi siaga bencana bersama Tim Karhutla Mabes TNI, jajaran Forkopimda, serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada Jumat (28/8/2026) untuk memperketat benteng pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Fokus utama strategi intervensi kali ini bergeser dari sekadar pemadaman ke aksi pencegahan total melalui langkah strategis berikut:
✓Penguatan Respon Cepat Inter-Agensi: Kolaborasi lintas intansi (TNI, Polri, Kejari, Lanudad, Yonif, BPBD, dan Damkar) untuk deteksi dini serta pemetaan wilayah rawan api.
✓Pengawasan Praktik Buka Lahan: Larangan keras membakar lahan/hutan, membuang puntung rokok sembarangan, serta meninggalkan sumber api di area terbuka.
✓Edukasi & Mobilisasi Komunitas: Mendorong partisipasi aktif masyarakat dan pemerintah tingkat kampung sebagai garda terdepan pelaporan titik api.
“Pencegahan jauh lebih efektif ketimbang menanggulangi kebakaran yang sudah meluas. Jaga lingkungan bersama dan segera laporkan jika melihat indikasi titik api,” tegas Bupati Ayu.
Keberhasilan penanganan Karhutla di musim kemarau ini kini bertumpu pada kesigapan regu penanggulangan dan tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menjaga ruang hidupnya.
